Friday, February 11, 2022
Suamiku? ❤️
Seseorang yang cenderung pasif dengan ponsel di tanganya , lebih suka menulis dibanding banyak bicara
Friday, June 17, 2016
Dear you..
Seringnya, aku menulis saat kalut sedang penuh penuhnya mengguncang kesabaranku, saat tak lagi ada telinga untuk mendengarkanku atau saat aku sudah tak mampu lagi menahan imajinasi manis dalam benakku. Tapi kali ini biarkan aku bercerita tentang beberapa malam yang aku lewatkan dengan senyuman bahkan tidur nyenyak dengan mimpi paling indah yang pernah hadir dalam buaian.
Aku masih ingat, malam malam panjang penuh luka karena hilang muncunya bintang. Aku dipertemukan dengan sebuah senyum yang bisa aku katakan berhasil menyita semua perhatianku. Entah dengan bagaimana caranya, sang pemilik senyum ini bisa mencuri perhatian yang biasanya begitu penuh ku curahkan untuk bintang. Dan untuk pertama kali, aku tak takut untuk tak melihat bintang.
Semesta memang tak pernah gagal menjadi sahabat terbaikku. Aku tak pernah menyesal sering menyebutnya dalam tulisanku. Ia memang benar benar bereperan penting dalam banyaknya kebahagiaanku. Sekali lagi, ia mempertemukanku dengan kebahagiaanku. Akan sedikit ku ceritakan bagaimana keikut sertaan semesta membuat senyumku mengembang dengan sempurna.
Aku ini penakut. Pengecut. Aku sering memendam apa yang kurasakan sendirian. Bahkan, perihal perasaan. Pria ini, telah mencuri sedikitnya setengah akal sehatku. Aku tak tahu bagaimana bisa ia menjadi magnet sekuat itu, membuatku sering melakukan hal memperhatikannya dengan jelas. Kadang semesta memang selucu itu,
Aku masih ingat bagaimana antusiasnya aku saat ku lihat ia hadir pertama kali beberapa taun lalu, ia baru pulang kerja datang ke depan tok buah untuk menemuiku pertama kali , melepas helmnya, memegang hape atau saat ia tersenyum kepadaku, bukan karena ia mengenalku, ia tersenyum karena rambut yang aku ikat model ryn chibi dulu :D. Ah, aku tak bisa dengan mudah melupakan senyuman itu.
Aku tak tahu, bagaimana lagi aku harus mengucap syukurku karena dipertemukan dengannya. Pria yang dengan sabarnya meladeni tingkah ke kanak kankanku, pria yang begitu tulus mencurahkan perhatiannya padaku, pria yang takkan membiarkanku menangis sendiri, pria yang takut kehilanganku, pria yang aku cintai. Tak butuh waktu lama untuk membuatku semakin jatuh hati padanya. Tak butuh waktu lama pula untukku mengenyampingkan segala hal yang pernah aku takutkan akan terjadi jika aku bersamanya. setidaknya untuk saat ini aku tahu, aku takkan berjuang sendirian.
Siapa sangka, pertemuan kami yang sederhana itu membuatku mencintainya sedalam ini. Aku seperti tak bisa jauh darinya, aku seringkali merengek tak jelas hanya karena aku merindukan waktu waktu bersamanya, bahkan mungkin dia kesal dengan rengekanku,jadi mohon maafkan aku.
Dear You,
Hai, jika kamu membaca ini kau harus tau, ini untukmu, dan detik itu pula kamu harus menyadari betapa aku menyayangimu. Aku mohon maaf jika wanitamu ini begitu cengeng, menyusahkan, dan sangat manja.
Aku mohon maaf jika aku merepotkanmu dengan segala hal yang aku minta, aku hanya ingin bersamamu, menghabiskan waktu hanya untuk sekedar bersendau gurau. Aku tak butuh berjalan jalan jauh ataupun seperti pasangan lain yang menghabiskan banyak materi untuk kesenangan singkat. Aku sudah sangat bersyukur jika menghabiskan sore hari berdua hanya dengan mengobrol bersama, aku juga sangat bersyukur jika bisa mengahabiskan minggu pagi yang menyenangkan bersamamu. Aku tak meminta ini dan itu, cukup waktu untukku berdua bersamamu.
Terimakasih telah menjadi pria yang begitu sabar menghadapi tingkah dan tangisku. Terimakasih untuk selalu berusaha membuatku berada di sisimu. Terimakasih karena telah mencintai dan menyayangiku.
Penuh cinta,
Maftuhatul farihah :)
Seseorang yang cenderung pasif dengan ponsel di tanganya , lebih suka menulis dibanding banyak bicara
Wednesday, May 25, 2016
Pahit bukan??
Ini sudah Larut malam..
namun aku masih melamun dengan tatapan kosong ditempat tidurku, biasa nya aku selalu memanfaatkan handseatku untuk mengobati hidupku yang hambar,namun kali ini tidak..
Lagu lagu yang bernuansa mellow sama sekali tidak membuatku merasa baik,malah justru semakin membuatku terpuruk..
Tibatiba aku merindukan senyumanku sendiri, setelah aku menangis dengan problem yang masih dikatakan sama.. ternyata aku belum terbiasa mengahadapi masalah seperti ini..
Entah ini pertengakaran keberapa aku dengan ayahku sendiri..
Tapi aku belum pernah semarah tadi.. kepada ayah ku.
Rasanya..
Kacau, selalu salah dan seperti tidak ada lagi rasa sayang mereka terhadapku ..apa aku terobsesi sinetron?
Aku lebay? Aku rasa tidak..
Ingin rasanya aku menceritakan keluh kesah ku kepada orang yang benar benar mengerti aku.
Namun aku paham betul, jika aku menceritakan pertengkaran aku dengan ayah ku. Dimana mana anak yang selalu salah..
Aku coba sejenak
Bercerita kepada tiga orang yang aku rasa mereka cukup mengerti aku..
Kan? hasilnya seperti dugaan ku sendiri.
Huft.. aku hanya bisa menghela nafasku sendiri, kembali memeluk guling dan berpikir kembali..
Dan aku mencoba bercerita ke pada kaka perempuanku yang sekarang sedang diperantauan. bagaimana aku semasa kecil hingga aku seperti ini seperti anak yang tidak terdidik
..
Aku harap ia bisa mengerti atau sebaliknya aku bakal kena amarah lagi ..
Huft..
Aku suka hujan, ketika aku ingin menangis mengeluarkan suara dikamar ia pandai sekali menutupi kesedihanku..
Aku berharap diluar sana bukan cuma aku yang sedih..
Aku mulai halu, hujan adalah perkumpulan air mata dari orang orang yang menangis lalu jatuh bersamaan .hahaha konyol :p
Namun aku kembali sedih ketika aku dengar deras air hujan mulai mereda..
Aku kembali merasa sendiri
Sepi.. kosong tanpa kasih sayang dari siapapun.
Sahabat?
Mungkin semua orang memiliki sahabat.
Namun tidak dengan aku,
Aku memang mempunyai teman perempuan.
namun cuma beberapa,
Dan setau aku mereka cuma mendekat selepas aku pulang dari kerjaan..
Salah satu dari mereka mengajakku untuk makan bersama mereka..
Selepas itu beberapa hari kemudian mereka menjauhi aku kembali..
Bukan karena kesibukan mereka masing masing..
Aku paham betul kegiatan mereka.
Apa aku sok tau?
Aku rasa tidak..
Aku lebih menikmati hidup dikamar ku sendiri sembari menceritakan dramatis nya hidup ku di catatan yang aku buat..
Karena menurutku bercerita pahitnya hidup kepada orang lain bukan solusi..
Dan tidak membuatku juga merasa tenang.
Kekasih?
Ya... kekasih ku ada..
Aku hanya tidak mau sering mengeluh di didepan dia. Karena ia juga sudah mempunyai banyak masalah sendiri.
Aku suka sekali malam,
Dia tenang tidak gemuruh dia gelap yang sangat ku nikmati.
Aku tidak suka ketika matahari mulai terbit..
Dimana aku harus menghadapi keharusan hidup yang pahit
Suara yang gemuruh diluar sana, suara motor yang kesana kemari, kicauan burung , suara ayam ..
Sungguh aku benci keramaian.
Tapi tak sepatutnya aku membenci semesta.
Tuhan maafkan aku..
Aku hanya ingin gelak tawaku kembali..
Aku bosan merasakan kosong..
Dimata mereka mungkin aku adalah orang yang aneh..
Aku tidak bisa berkumpul dengan orang diluar.
Memang, hidup butuh bersosialisasi namun kenyataanya hidup ku lebih tenang sendiri.
Mungkin aku bisa dikatakan sebagai introvert.
Aku lebih memilih diam dikamar dengan genggaman ponsel ditanganku dari pada aku ikut mereka keluar hanya sekedar ngobrol ini itu. Ya, memang itu membuahkan tawa, tapi bukan aku jika harus membahas obrolan yang memang sama sekali tidak penting..
Toh yang ujung ujung nya ngomongin orang hmm...
Tuhan, aku ingin orang orang yang menyangiku itu tulus.. aku menginginkan seorang teman karena jika aku minta seorang sahabat aku terdengar muluk..
Apa mendapat sebuah tawa itu sulit?
Mungkin
Itu berlaku untuk orang yang mempunyai banyak uang...
Ya.. ketika uang menjadi raja.
Seseorang yang cenderung pasif dengan ponsel di tanganya , lebih suka menulis dibanding banyak bicara
Sunday, March 20, 2016
Maaf jika taksesuai dengan imajinasimu..
Tetapi saya akan lebih mengejar kata "Maaf" untuk kesalahan yang saya perbuat pada beberapa orang menurutku itu lebih penting,
Saya adalah tipe orang pemalu. Saya menyukai tempat yang sunyi, suka sendiri ,saya tidak suka keramaian, memang hidup butuh bersosialisasi, saya cenderung menikmati hidup saya, pasif dengan ponsel digenggaman tangan saya.
Walaupun saya berumur 17 saya tidak begitu tertarik dengan cinta cintaan haha ..
Karena itu bukan kebutuhan hidup.
Benar begitu?
GAris bawahi ini "adakalanya saya emang butuh cinta, kasih sayang dan perhatian tapi itu juga bisa didapat dengan orang terdekat kita ga mesti sama pacar".
Sbelum orang itu bnar benar hinggap di hidup saya, saya harus memastikan bahwasanya dia benar benar membutuhkan sosok seorang saya.
Karena dari ujung kaki sampai ujung kepala dari itu semua yang dapat saya mengerti cuma bahasa mata dan nada bicara anda.
Jika anda berbicara ini ono.. ini itu tapi mata anda berarah kemana..
Dan.. nada bicara anda akan "flat" ketika mata anda sedang fokus pada sesuatu..
Saya butuh cerita baru..tidak melulu soal Cintaah!! Makanan macam apa itu.. muehehee :D
Please hidup no drama . No super ego. No fake.
MAri bicara seadaanya saja .. jangan mengaggung agungkan perasaan .
Saya butuh orang humoris walaupun keyakinan saya juga bisa menjadi sosok seorang humoris untuk beberapa orang :)
Maaaf jika saya tak sesuai dengan imajinasimu.
Seseorang yang cenderung pasif dengan ponsel di tanganya , lebih suka menulis dibanding banyak bicara