Ini sudah Larut malam..
namun aku masih melamun dengan tatapan kosong ditempat tidurku, biasa nya aku selalu memanfaatkan handseatku untuk mengobati hidupku yang hambar,namun kali ini tidak..
Lagu lagu yang bernuansa mellow sama sekali tidak membuatku merasa baik,malah justru semakin membuatku terpuruk..
Tibatiba aku merindukan senyumanku sendiri, setelah aku menangis dengan problem yang masih dikatakan sama.. ternyata aku belum terbiasa mengahadapi masalah seperti ini..
Entah ini pertengakaran keberapa aku dengan ayahku sendiri..
Tapi aku belum pernah semarah tadi.. kepada ayah ku.
Rasanya..
Kacau, selalu salah dan seperti tidak ada lagi rasa sayang mereka terhadapku ..apa aku terobsesi sinetron?
Aku lebay? Aku rasa tidak..
Ingin rasanya aku menceritakan keluh kesah ku kepada orang yang benar benar mengerti aku.
Namun aku paham betul, jika aku menceritakan pertengkaran aku dengan ayah ku. Dimana mana anak yang selalu salah..
Aku coba sejenak
Bercerita kepada tiga orang yang aku rasa mereka cukup mengerti aku..
Kan? hasilnya seperti dugaan ku sendiri.
Huft.. aku hanya bisa menghela nafasku sendiri, kembali memeluk guling dan berpikir kembali..
Dan aku mencoba bercerita ke pada kaka perempuanku yang sekarang sedang diperantauan. bagaimana aku semasa kecil hingga aku seperti ini seperti anak yang tidak terdidik
..
Aku harap ia bisa mengerti atau sebaliknya aku bakal kena amarah lagi ..
Huft..
Aku suka hujan, ketika aku ingin menangis mengeluarkan suara dikamar ia pandai sekali menutupi kesedihanku..
Aku berharap diluar sana bukan cuma aku yang sedih..
Aku mulai halu, hujan adalah perkumpulan air mata dari orang orang yang menangis lalu jatuh bersamaan .hahaha konyol :p
Namun aku kembali sedih ketika aku dengar deras air hujan mulai mereda..
Aku kembali merasa sendiri
Sepi.. kosong tanpa kasih sayang dari siapapun.
Sahabat?
Mungkin semua orang memiliki sahabat.
Namun tidak dengan aku,
Aku memang mempunyai teman perempuan.
namun cuma beberapa,
Dan setau aku mereka cuma mendekat selepas aku pulang dari kerjaan..
Salah satu dari mereka mengajakku untuk makan bersama mereka..
Selepas itu beberapa hari kemudian mereka menjauhi aku kembali..
Bukan karena kesibukan mereka masing masing..
Aku paham betul kegiatan mereka.
Apa aku sok tau?
Aku rasa tidak..
Aku lebih menikmati hidup dikamar ku sendiri sembari menceritakan dramatis nya hidup ku di catatan yang aku buat..
Karena menurutku bercerita pahitnya hidup kepada orang lain bukan solusi..
Dan tidak membuatku juga merasa tenang.
Kekasih?
Ya... kekasih ku ada..
Aku hanya tidak mau sering mengeluh di didepan dia. Karena ia juga sudah mempunyai banyak masalah sendiri.
Aku suka sekali malam,
Dia tenang tidak gemuruh dia gelap yang sangat ku nikmati.
Aku tidak suka ketika matahari mulai terbit..
Dimana aku harus menghadapi keharusan hidup yang pahit
Suara yang gemuruh diluar sana, suara motor yang kesana kemari, kicauan burung , suara ayam ..
Sungguh aku benci keramaian.
Tapi tak sepatutnya aku membenci semesta.
Tuhan maafkan aku..
Aku hanya ingin gelak tawaku kembali..
Aku bosan merasakan kosong..
Dimata mereka mungkin aku adalah orang yang aneh..
Aku tidak bisa berkumpul dengan orang diluar.
Memang, hidup butuh bersosialisasi namun kenyataanya hidup ku lebih tenang sendiri.
Mungkin aku bisa dikatakan sebagai introvert.
Aku lebih memilih diam dikamar dengan genggaman ponsel ditanganku dari pada aku ikut mereka keluar hanya sekedar ngobrol ini itu. Ya, memang itu membuahkan tawa, tapi bukan aku jika harus membahas obrolan yang memang sama sekali tidak penting..
Toh yang ujung ujung nya ngomongin orang hmm...
Tuhan, aku ingin orang orang yang menyangiku itu tulus.. aku menginginkan seorang teman karena jika aku minta seorang sahabat aku terdengar muluk..
Apa mendapat sebuah tawa itu sulit?
Mungkin
Itu berlaku untuk orang yang mempunyai banyak uang...
Ya.. ketika uang menjadi raja.